MAKALAH EKONOMI
“Sistem dan Alat
Pembayaran”
Disusun oleh :
Syifa Safira Mifta’qul Jannah
PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
UNIT PELAKANA TEKNIS (UPTD)
SMA NEGERI 1 BULULAWANG
2015/2016
Kata
Pengantar
PUJI
SYUKUR kami panjatkan kehadirat. Tuhan Y.M.E atas segala
limpahan Rahmat serta HidayahNya. Makalah dengan judul Sistem dan Alat Pembayaran dapat tersusun dengan baik.
Tak lupa ucapan terima
kasih kepada bapak Drs. Rimbun Kularso yang sudah memberikan bimbingan untuk
menyusun makalah ini, dan pihak-pihak terkait lainnya.
Makalah ini kami buat
agar pembaca lebih memahami mengenai materi ekonomi Sistem dan Alat Pembayaran.
Kritik dan saran yang
membangun sangat saya harapkan, agar tercapainya kesempurnaan dalam pembuatan
makalah ini. Semoga hasil Makalah ini dapat berguna bagi saya khususnya dan
bagi semua pihak pada Umumnya, Amin.
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Karakteristik topik ini
jelas berkaitan dengan perkembangan moneter di Indonesia maupun di Luar Negeri. Mengkaji
mengenai keuangan di dunia untuk
menambah pengetahuan.
1.2 Rumusan Masalah
1.2 Rumusan Masalah
2.1
Sistem Pembayaran
2.2
Sejarah Perkembangan Uang
2.3 Fungsi Asli dan Turunan Uang
2.4
Menurut Bahan Pembuatnya,Lembaga Yang Mengeluarkannya dan Nilainya
2.5 Lembaga Keuangan
1. Mensyukuri sumber daya alam sebagai karunia Tuhan YME dalam rangka pemenuhan kebutuhan
2. Bersikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, kreatif, mandiri, kritis dan analitis dalam mengatasi permasalahan ekonomi.
1.4 Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mendeskripsikan pengertian Sistem Pembayaran
2. Menjelaskan peran Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran
3. Menjelaskan penyelenggaraan sistem pembayaran nontunai oleh Bank Indonesia
1.5 Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian Sistem Pembayaran
2. Siswa mampu menjelaskan peran Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1.
Sistem Pembayaran
Sistem pembayaran adalah sistem/tatanan yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.
Sistem pembayaran adalah sistem/tatanan yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.
- Prinsip sistem pembayaran
a. Aman
berarti segala risiko dalam sistem pembayaran seperti risiko likuiditas, risiko
kredit, risiko fraud harus dapat dikelol.
b. Efisiensi
menekankan bahwa penyelanggaran sistem pembayaran harus dapat digunakan secara
luas sehingga biaya yang ditanggung masyarakat akan lebih murah karena
meningkatnya skala ekonomi.
c. Kesetaraan akses yang mengandung arti bahwa
Bank Indonesia tidak menginginkan adanya praktek monopoli pada
penyelenggaraan suatu sistem yang dapat
menghambat pemain lain untuk masuk.
d. Kewajiban seluruh penyelenggara sistem
pembayaran untuk memperhatikan aspek-aspek perlindungan konsumen.
2.2 Sejarah Perkembangan Uang
Uang
dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang
dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat
diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan
jasa.
2. Perkembangan Uang
Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami
proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal
pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri.
Perkembangan
selanjutnya menghadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi
sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk
memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari
orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang
dibutuhkan olehnya.
Akibatnya
muncullah sistem Barter yaitu barang
yang ditukar dengan barang. Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan
yang dirasakan dengan sistem ini.
Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran
tetap ada.Kesulitan-kesulitan
itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai
pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan
pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan.
Kemudian
muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar
karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak
mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah
dipindah-pindahkan.
Logam yang dijadikan alat tukar karena
memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan
perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya,
nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang
tercantum pada mata uang tersebut).
Pada
saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya,
dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam. Penggunaan
uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga
diciptakanlah uang kertas.
Mula-mula
uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai
alat/perantara untuk melakukan transaksi. Pada perkembangan selanjutnya,
masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat
pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan 'kertas-bukti' tersebut sebagai
alat tukar.
2.3 Apa
Fungsi Asli dan Turunan Uang, Syarat Uang
- Fungsi Asli
- -Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran.
- -Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman.
- -Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli masa sekarang ke masa mendatang.
- Fungsi Turunan
- Uang sebagai alat pembayaran yang sah
- Uang sebagai alat penimbun kekayaan
- Uang sebagai alat pemindah kekayaan
- Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi
2.4
Menurut bahan pembuatnya, Menurut lembaga yang mengeluarkannya, Nilainya.
- Uang logam
-Uang logam adalah uang yang terbuat dari
logam. biasanya dari emas atau perak. karena kedua logam itu memiliki nilai
yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak
mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil
tanpa mengurangi nilai. Uang logam memiliki tiga macam nilai:
1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan
untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan
untuk mata uang.
2. Nilai nominal, yaitu nilai yang
tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya
seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
3. Nilai tukar (riil), nilai tukar
adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli
uang).
· -Uang kertas
Sementara
itu, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas
dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah.
Menurut lembaga yang mengeluarkannya :
Menurut lembaga yang mengeluarkannya, uang dibedakan menjadi uang kartal (kepercayaan) dan uang giral (simpanan di bank).- Uang Kartal (kepercayaan)
- Uang Giral (simpanan di bank)
Menurut nilainya :
Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money)- Uang Penuh (full bodied money)
- Uang Tanda (token money)
2.5 Lembaga Keuangan Bank
- Bank Sentral/Bank Indonesia
Bank sentral memiliki tanggung jawab
terhadap setiap kebijakan moneter yang diberlakukan oleh setiap negara yang
memiliki lembaga ini.
Tugas dari bank
sentral yang utama yaitu menjaga kestabilan dari nilai kurs dalam negeri dalam hal ini kurs mata
uang dari suatu negara, menjaga kestabilan bisnis perbankan dan juga sistem perekonomian negara secara
menyeluruh sehingga bank sentral menjadi lembaga yang penting dari suatu
negara.
- Bank Umum/Konvensional
Bank umum merupakan bank yang bertugas
melayani seluruh jasa-jasa perbankan dan melayani masyarakat, baik masyarakat
perorangan maupun lembaga-lembaga lainnya.
Keistimewaan yang dimiliki Bank :
Keistimewaan yang dimiliki Bank :
- -Tabungan yang diambil melalui cek
- -Menciptakan daya beli
- -Memberikan pinjaman jangka panjang
-
Fungsi pokok dari Bank:-Menghimpun dana darimasyarakat
-Menyediakan mekanismepembayaran
-Menciptakan uang giral
·
Jenis
usaha Bank Umum :
· -Memberikan
kredit
· -Menerbitkan
surat pengakuan hutang
· -Membeli,
menjual atau menjamin resiko tersendiri
· -Memindahkan
uang
·
- Bank Perkreditan Rakyat
Bank pengkreditan rakyat merupakan bank yang
khusus melayani masyarakat kecil dikecamatan dan pedesaan. BPR ini berasal dari
bank desa, bank pasar, lumbung desa, bank pegawai, dan bank lainnya yang
kemudian dilebur menjadi BPR.
Jenis
produk yang ditawarkan oleh BPR relatif sempit jika dibandingkan dengan bank
umum, bahkan ada beberapa jenis jasa bank yang tidak boleh diselenggarakan
oleh BPR, seperti giro dan ikut kliring.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam membuat sebuah makalah, diperlukan adanya observasi terlebih dahulu pula.Pembuatan makalah Ekonomi ini juga bermanfaat Untuk Pendidikan sebagai Pola Diskusi dan bahan mengajar yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
3.2 Saran
Kita seharusnya mengikuti perkembangan zaman yang begitu pesatnya. Salah satunya dengan menyambut era globalisasi ini dengan mempelajari ekonomi juga karena membantu untuk menyelesaikan masalah dalam rumah tangga apalagi urusan yang berhubungan dengan moneter.
Kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan penulisan makalah di kemudian hari.
Dalam membuat sebuah makalah, diperlukan adanya observasi terlebih dahulu pula.Pembuatan makalah Ekonomi ini juga bermanfaat Untuk Pendidikan sebagai Pola Diskusi dan bahan mengajar yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
3.2 Saran
Kita seharusnya mengikuti perkembangan zaman yang begitu pesatnya. Salah satunya dengan menyambut era globalisasi ini dengan mempelajari ekonomi juga karena membantu untuk menyelesaikan masalah dalam rumah tangga apalagi urusan yang berhubungan dengan moneter.
Kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan penulisan makalah di kemudian hari.
DAFTAR PUSTAKA
Berguru SEO. (2013). Panduan Lengkap Uang Kartal dan Giral. Blogspot:Blogger
Ma'ruf Hidayat. (1997). Pentingnya Pelajaran Ekonomi Akuntansi SMA. Madiun:SEO Terpadu
Si Otong. (2012). Ada apa Dengan Sejarah Uang. Jakarta:Otong
Budi. (2005). Ini Sejarah Uang. Jakarta: Ibu Budi.
Anton. (2007). Standar Dalam Pembuatan Uang di Indonesia. Bandung: Antonio.
Soni. (2001). Contoh Pengembangan Uang di Indonesia. Malang:Soni Master.
