Jumat, 01 September 2017

Makalah Sistem dan Alat Pembayaran Ekonomi Lengkap



MAKALAH EKONOMI
Sistem dan Alat Pembayaran

Disusun oleh :
Syifa Safira Mifta’qul Jannah

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG
DINAS PENDIDIKAN
UNIT PELAKANA TEKNIS (UPTD)
SMA NEGERI 1 BULULAWANG
2015/2016







Kata Pengantar


PUJI SYUKUR kami panjatkan kehadirat. Tuhan Y.M.E atas segala limpahan Rahmat serta HidayahNya. Makalah dengan judul Sistem dan Alat Pembayaran dapat tersusun dengan baik.
Tak lupa ucapan terima kasih kepada bapak Drs. Rimbun Kularso yang sudah memberikan bimbingan untuk menyusun makalah ini, dan pihak-pihak terkait lainnya.
Makalah ini kami buat agar pembaca lebih memahami mengenai materi ekonomi Sistem dan Alat Pembayaran.
Kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan, agar tercapainya kesempurnaan dalam pembuatan makalah ini. Semoga hasil Makalah ini dapat berguna bagi saya khususnya dan bagi semua pihak pada Umumnya, Amin.

          
                                                                                                                                         Penyusun

         
                              
BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Karakteristik topik ini jelas berkaitan dengan  perkembangan  moneter di Indonesia maupun di Luar Negeri. Mengkaji  mengenai keuangan di dunia untuk menambah pengetahuan.

  1.2         Rumusan Masalah

2.1 Sistem Pembayaran
2.2 Sejarah Perkembangan Uang
2.3 Fungsi Asli dan Turunan Uang
2.4 Menurut Bahan Pembuatnya,Lembaga Yang Mengeluarkannya dan Nilainya
2.5 Lembaga Keuangan

1.3. Kompetensi Dasar
1. Mensyukuri sumber daya alam sebagai karunia Tuhan YME dalam rangka pemenuhan kebutuhan
2. Bersikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, kreatif, mandiri, kritis dan analitis dalam mengatasi permasalahan ekonomi.


1.4 Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mendeskripsikan pengertian Sistem Pembayaran
2. Menjelaskan peran Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran
3. Menjelaskan penyelenggaraan sistem pembayaran nontunai oleh Bank Indonesia

          
1.5 Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu mendeskripsikan pengertian Sistem Pembayaran
2. Siswa mampu menjelaskan peran Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran


BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Sistem Pembayaran 
Sistem pembayaran adalah sistem/tatanan yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.
  •        Prinsip sistem pembayaran
a.    Aman berarti segala risiko dalam sistem pembayaran seperti risiko likuiditas, risiko kredit, risiko fraud harus dapat dikelol.
b.    Efisiensi menekankan bahwa penyelanggaran sistem pembayaran harus dapat digunakan secara luas sehingga biaya yang ditanggung masyarakat akan lebih murah karena meningkatnya skala ekonomi.
c.     Kesetaraan akses yang mengandung arti bahwa Bank Indonesia tidak menginginkan adanya praktek monopoli pada
penyelenggaraan suatu sistem yang dapat menghambat pemain lain untuk masuk.
d.     Kewajiban seluruh penyelenggara sistem pembayaran untuk memperhatikan aspek-aspek perlindungan konsumen.




2.2 Sejarah Perkembangan Uang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.


          2. Perkembangan Uang
                   Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri.
Perkembangan selanjutnya menghadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya.
Akibatnya muncullah sistem Barter yaitu barang yang ditukar dengan barang. Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini.
          Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada.Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan.
Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan.
 Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut).
Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas.
Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan 'kertas-bukti' tersebut sebagai alat tukar.

2.3 Apa Fungsi Asli dan Turunan Uang, Syarat Uang
  • Fungsi Asli
  • -Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran.
  • -Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman.
  • -Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli masa sekarang ke masa mendatang.
  •      Fungsi Turunan
  • Uang sebagai alat pembayaran yang sah
  • Uang sebagai alat penimbun kekayaan
  • Uang sebagai alat pemindah kekayaan
  • Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi



2.4 Menurut bahan pembuatnya, Menurut lembaga yang mengeluarkannya, Nilainya.
  • Uang logam
-Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam. biasanya dari emas atau perak. karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai. Uang logam memiliki tiga macam nilai:
1.    Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.
2.    Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
3.    Nilai tukar (riil), nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang).

·    -Uang kertas
Sementara itu, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah.

Menurut lembaga  yang mengeluarkannya :

Menurut lembaga yang mengeluarkannya, uang dibedakan menjadi uang kartal (kepercayaan) dan uang giral (simpanan di bank).
  • Uang Kartal (kepercayaan)
yaitu uang yang dikeluarkan oleh negara berdasarkan undang-undang dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Uang kartal di Indonesia terdiri atas uang logam dan uang kertas.
  • Uang Giral (simpanan di bank)
yaitu dana yang disimpan pada koran di bank-bank umum yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk melakukan pembayaran dengan perantara cek bilyet, giro, atau perintah membayar. Uang giral dikeluarkan oleh bank umum dan merupakan uang yang tidak berwujud karena hanya berupa saldo tagihan di bank.

Menurut nilainya :

Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money)
  • Uang Penuh (full bodied money)
Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan.
  • Uang Tanda (token money)
Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut.


2.5 Lembaga Keuangan Bank
  •      Bank Sentral/Bank Indonesia
Bank sentral  memiliki tanggung jawab terhadap setiap kebijakan moneter yang diberlakukan oleh setiap negara yang memiliki lembaga ini.
Tugas dari bank sentral yang utama yaitu menjaga kestabilan dari nilai kurs dalam negeri dalam hal ini kurs mata uang dari suatu negara, menjaga kestabilan bisnis perbankan dan juga sistem perekonomian negara secara menyeluruh sehingga bank sentral menjadi lembaga yang penting dari suatu negara.

  •     Bank Umum/Konvensional
Bank umum merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasa-jasa perbankan dan melayani masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga-lembaga lainnya. 

            Keistimewaan yang dimiliki Bank :
  • -Tabungan yang diambil melalui cek
  • -Menciptakan daya beli
  • -Memberikan pinjaman jangka panjang
  •  
    Fungsi pokok dari Bank:

    -Menghimpun dana darimasyarakat
    -Menyediakan mekanismepembayaran
    -Menciptakan uang giral
·
Jenis usaha Bank Umum :

·    -Memberikan kredit
·    -Menerbitkan surat pengakuan hutang
·    -Membeli, menjual atau menjamin resiko tersendiri
·    -Memindahkan uang
·    
  •     Bank Perkreditan Rakyat
Bank pengkreditan rakyat merupakan bank yang khusus melayani masyarakat kecil dikecamatan dan pedesaan. BPR ini berasal dari bank desa, bank pasar, lumbung desa, bank pegawai, dan bank lainnya yang kemudian dilebur menjadi BPR.
 Jenis produk yang ditawarkan oleh BPR relatif sempit jika dibandingkan dengan bank umum, bahkan ada beberapa jenis jasa bank yang tidak boleh diselenggarakan oleh BPR, seperti giro dan ikut kliring.

                                BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

        Dalam membuat sebuah makalah, diperlukan adanya observasi terlebih dahulu pula.Pembuatan makalah Ekonomi ini juga bermanfaat Untuk Pendidikan sebagai Pola Diskusi dan bahan mengajar yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

3.2 Saran

        Kita seharusnya mengikuti perkembangan zaman yang begitu pesatnya. Salah satunya dengan menyambut era globalisasi ini dengan mempelajari ekonomi juga karena membantu untuk menyelesaikan masalah dalam rumah tangga apalagi urusan yang berhubungan dengan moneter.
       Kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan penulisan makalah di kemudian hari.










DAFTAR PUSTAKA

Berguru SEO. (2013). Panduan Lengkap Uang Kartal dan Giral. Blogspot:Blogger

Ma'ruf Hidayat. (1997). Pentingnya Pelajaran Ekonomi Akuntansi SMA. Madiun:SEO Terpadu

Si Otong. (2012). Ada apa Dengan Sejarah Uang. Jakarta:Otong

Budi. (2005). Ini Sejarah Uang. Jakarta: Ibu Budi.

Anton. (2007). Standar Dalam Pembuatan Uang di Indonesia. Bandung: Antonio.

Soni. (2001). Contoh Pengembangan Uang di Indonesia. Malang:Soni Master.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Sistem dan Alat Pembayaran Ekonomi Lengkap

MAKALAH EKONOMI “ Sistem dan Alat Pembayaran ” Disusun oleh : Syifa ...